Masjid Ar Rahman Blitar: Pengerjaan Ornamen Tembaga Kuningan

Masjid Ar Rahman Blitar: Pengerjaan Ornamen Tembaga Kuningan
Masjid Ar Rahman Blitar – medialogam.com

Masjid Ar Rahman Blitar menjadi salah satu contoh bagaimana nilai estetika, fungsi ibadah, dan sentuhan seni bisa berpadu secara harmonis. Dalam proyek ini, pengerjaan kerajinan tembaga kuningan hadir bukan sekadar sebagai elemen dekoratif, tetapi juga sebagai bagian dari identitas visual masjid yang mendukung suasana khusyuk. Sejak awal, konsep yang dibangun berangkat dari kebutuhan masjid akan ornamen yang awet, bernilai seni, serta tetap menghormati fungsi utamanya sebagai tempat ibadah umat Muslim.

Keberadaan elemen tembaga dan kuningan di masjid bukan hal baru. Namun, penerapannya di Masjid Ar Rahman Blitar dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur. Setiap detail dirancang agar selaras dengan arsitektur masjid, tidak berlebihan, dan tetap fungsional. Mulai dari lampu gantung, pintu, hingga kaligrafi, semuanya dipikirkan secara matang agar memberikan kesan rapi, hangat, dan berwibawa.

Artikel ini akan mengulas secara mendalam bagaimana proyek kerajinan tembaga kuningan di Masjid Ar Rahman Blitar dikerjakan. Pembahasan meliputi profil singkat masjid, ruang lingkup pekerjaan, proses pengerjaan, material yang digunakan, hingga hasil akhir yang dapat dirasakan langsung oleh jamaah dan pengunjung. Harapannya, ulasan ini bisa menjadi referensi bagi pengurus masjid atau pihak lain yang berencana mengembangkan interior dan eksterior masjid dengan pendekatan serupa.

Profil Singkat Masjid Ar Rahman Blitar

Masjid Ar Rahman Blitar berlokasi di wilayah Blitar, Jawa Timur, dan dapat ditemukan dengan mudah melalui tautan Google Maps ini. Masjid ini berfungsi sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat sekitar. Kehadirannya tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga ruang berkumpul untuk berbagai aktivitas keagamaan yang rutin dilaksanakan.

Secara arsitektural, masjid ar rahman blitar mengusung konsep yang sederhana namun tetap memperhatikan unsur keindahan. Struktur bangunan dirancang agar nyaman digunakan oleh jamaah dari berbagai usia. Sirkulasi udara, pencahayaan alami, dan tata ruang menjadi pertimbangan utama dalam pengembangannya. Dalam konteks inilah, penggunaan ornamen tembaga dan kuningan menjadi pelengkap yang memperkuat karakter visual masjid.

Pengembangan interior dan eksterior masjid ar rahman blitar dilakukan secara bertahap. Setiap tahap direncanakan dengan memperhatikan kebutuhan jamaah dan kemampuan pengelolaan masjid. Pengerjaan kerajinan tembaga kuningan menjadi salah satu bagian penting dari proses tersebut, karena diharapkan mampu memberikan nilai jangka panjang baik dari sisi estetika maupun daya tahan material.

Ruang Lingkup Pekerjaan Kerajinan Tembaga Kuningan di Masjid Ar Rahman Blitar

Lampu Gantung Kotak Replika Nabawi

Lampu Gantung Kotak Replika Nabawi masjid ar rahman blitar
Lampu Gantung Kotak Replika Nabawi Masjid Ar Rahman Blitar

Lampu gantung kotak replika Nabawi menjadi salah satu elemen yang mencuri perhatian di masjid ar rahman blitar. Desainnya terinspirasi dari lampu-lampu klasik yang banyak digunakan di Masjid Nabawi, dengan bentuk kotak yang tegas dan detail ornamen kuningan yang halus. Fungsi utama lampu ini adalah memberikan pencahayaan yang merata sekaligus menghadirkan nuansa hangat di dalam ruang salat.

Dari sisi pengerjaan, setiap lampu dibuat dengan ukuran dan proporsi yang disesuaikan dengan tinggi plafon masjid. Hal ini penting agar lampu tidak terlihat terlalu mendominasi atau justru tenggelam dalam ruang. Proses finishing dilakukan secara manual untuk memastikan permukaan kuningan terlihat rapi dan nyaman dipandang.

Penerapan lampu gantung ini juga mempertimbangkan kemudahan perawatan. Material tembaga dan kuningan dipilih karena relatif tahan lama dan tidak memerlukan perawatan yang rumit. Dengan demikian, masjid ar rahman blitar dapat mempertahankan kualitas pencahayaan dan estetika dalam jangka waktu panjang.

Lampu Gantung Masjid Nabawi

Lampu gantung kuningan masjid ar rahman blitar
Lampu Gantung Masjid Nabawi Masjid Ar Rahman Blitar

Selain model kotak, masjid ar rahman blitar juga menggunakan lampu gantung bergaya Masjid Nabawi dengan desain melingkar. Model ini dapat dilihat referensinya melalui halaman lampu gantung masjid Nabawi. Desain melingkar memberikan kesan lembut dan menyatu dengan ruang utama masjid.

Setiap lampu dirancang untuk menyesuaikan intensitas cahaya yang dibutuhkan jamaah. Cahaya yang dihasilkan tidak menyilaukan, namun cukup terang untuk mendukung aktivitas ibadah. Ornamen kuningan pada bagian rangka lampu menjadi aksen yang memperkaya tampilan interior masjid ar rahman blitar.

Pemasangan lampu gantung ini dilakukan dengan perhitungan teknis yang matang. Aspek keamanan dan kestabilan menjadi prioritas, mengingat lampu dipasang di area yang sering digunakan oleh banyak orang. Hasilnya, lampu tidak hanya indah, tetapi juga aman dan fungsional.

Baca Juga  Kumpulan Proyek Kerajinan Tembaga Kuningan Masjid Terbaik

Pintu Ka’bah Bahan Kuningan

pintu tembaga kuningan masjid ar rahman blitar
Pintu Ka’bah Bahan Kuningan Masjid Ar Rahman Blitar

Pintu Ka’bah berbahan kuningan menjadi simbol yang sarat makna di masjid ar rahman blitar. Pintu ini mengadopsi desain yang terinspirasi dari pintu Ka’bah, dengan ukiran kaligrafi dan motif geometris khas Islam. Informasi produk serupa dapat dilihat pada halaman pintu Ka’bah kuningan.

Dari sisi material, kuningan dipilih karena memiliki kekuatan struktural dan tampilan yang berkelas. Proses pengerjaan pintu dilakukan dengan detail tinggi, mulai dari pembentukan rangka hingga ukiran ornamen. Setiap tahap dikerjakan secara hati-hati untuk menjaga presisi dan kerapian.

Keberadaan pintu ini di masjid ar rahman blitar bukan untuk meniru secara utuh, melainkan sebagai elemen simbolik yang mengingatkan jamaah pada nilai-nilai spiritual. Penempatannya pun disesuaikan agar tidak mengganggu fungsi utama masjid.

Mimbar Masjid Kayu Jati TPK Kombinasi Kuningan

Masjid Ar Rahman Blitar: Pengerjaan Ornamen Tembaga Kuningan
Mimbar Masjid Kayu Jati TPK Kombinasi Kuningan Masjid Ar Rahman Blitar

Mimbar masjid yang digunakan merupakan kombinasi kayu jati TPK dengan aksen kuningan. Referensi mimbar serupa dapat ditemukan di halaman mimbar kayu jati. Kayu jati dipilih karena dikenal kuat dan memiliki serat yang indah.

Kombinasi dengan kuningan memberikan sentuhan visual yang lebih hidup tanpa terkesan berlebihan. Ornamen kuningan ditempatkan pada bagian tertentu seperti list dan detail kaligrafi, sehingga tetap menjaga kesan sederhana namun berwibawa.

Di masjid ar rahman blitar, mimbar ini berfungsi sebagai pusat perhatian saat khutbah. Desainnya dibuat ergonomis agar nyaman digunakan oleh khatib, sekaligus selaras dengan elemen interior lainnya.

Kaligrafi Kuningan

Masjid Ar Rahman Blitar: Pengerjaan Ornamen Tembaga Kuningan
Kaligrafi Kuningan Masjid Ar Rahman Blitar

Kaligrafi kuningan menjadi elemen penting dalam memperkuat nuansa religius masjid ar rahman blitar. Kaligrafi dipilih dari ayat-ayat Al-Qur’an dan lafaz yang umum digunakan dalam dekorasi masjid. Referensi produk dapat dilihat di halaman kaligrafi tembaga kuningan.

Proses pembuatan kaligrafi dilakukan dengan teknik manual untuk menjaga ketajaman detail huruf. Setiap lekukan huruf diperhatikan agar mudah dibaca dan enak dipandang dari jarak tertentu.

Penempatan kaligrafi di masjid ar rahman blitar disesuaikan dengan tata ruang, sehingga tidak mengganggu fokus jamaah saat beribadah, tetapi tetap memberikan nilai estetika yang terasa.

Replika Pintu Masjid Nabawi dari Kayu Jati TPK dan Kuningan

Masjid Ar Rahman Blitar: Pengerjaan Ornamen Tembaga Kuningan
Replika Pintu Masjid Nabawi dari Kayu Jati TPK dan Kuningan Masjid Ar Rahman Blitar

Replika pintu Masjid Nabawi menjadi salah satu bagian menarik dalam proyek ini. Pintu dibuat dari kayu jati TPK dengan kombinasi kuningan pada ornamen dan handle. Referensi desain dapat dilihat di halaman pintu Masjid Nabawi.

Kayu jati memberikan kesan hangat dan natural, sementara kuningan menambah aksen elegan. Kombinasi ini dirancang agar pintu tetap kokoh dan tahan lama meskipun digunakan secara intensif.

Di masjid ar rahman blitar, pintu ini menjadi transisi visual antara ruang luar dan ruang dalam masjid. Desainnya membantu menciptakan kesan sakral sejak jamaah pertama kali melangkah masuk.

Kaligrafi Bahan Kuningan

Masjid Ar Rahman Blitar: Pengerjaan Ornamen Tembaga Kuningan
Kaligrafi Bahan Kuningan Masjid Ar Rahman Blitar

Kaligrafi berbahan kuningan lainnya digunakan sebagai aksen di beberapa titik strategis masjid ar rahman blitar. Pemilihan lafaz dan ayat dilakukan dengan mempertimbangkan konteks ruang dan fungsi area tersebut.

Dari sisi teknis, kuningan diproses dengan teknik ukir dan finishing yang rapi. Warna alami kuningan dibiarkan tampil dominan, hanya diberi pelindung agar tidak mudah kusam.

Hasilnya, kaligrafi ini mampu memperkuat identitas visual masjid tanpa mengurangi kekhusyukan suasana ibadah.

Kaligrafi Kuningan Timbul

Masjid Ar Rahman Blitar: Pengerjaan Ornamen Tembaga Kuningan
Kaligrafi Kuningan Timbul Masjid Ar Rahman Blitar

Kaligrafi kuningan timbul memberikan dimensi visual yang berbeda di masjid ar rahman blitar. Teknik timbul membuat huruf terlihat lebih hidup dan memiliki bayangan alami saat terkena cahaya.

Pengerjaan kaligrafi timbul membutuhkan ketelitian ekstra, terutama pada bagian detail huruf. Setiap elemen dipastikan terpasang dengan kuat dan presisi.

Kaligrafi ini biasanya ditempatkan di area yang mudah terlihat, seperti dinding utama ruang salat, sehingga dapat dinikmati oleh jamaah tanpa mengganggu aktivitas ibadah.

Kubah Kecil untuk Masjid dari Kuningan

Masjid Ar Rahman Blitar: Pengerjaan Ornamen Tembaga Kuningan
Kubah Kecil untuk Masjid dari Kuningan Masjid Ar Rahman Blitar

Kubah kecil berbahan kuningan digunakan sebagai elemen tambahan pada struktur masjid ar rahman blitar. Referensi kubah tembaga dan kuningan dapat dilihat di halaman kubah masjid tembaga.

Kubah ini dirancang dengan ukuran proporsional dan detail sederhana. Tujuannya bukan untuk menjadi pusat perhatian utama, melainkan pelengkap yang memperindah tampilan masjid.

Material kuningan dipilih karena ringan dan relatif tahan terhadap perubahan cuaca, sehingga cocok digunakan pada bagian eksterior.

Kubah Gapura Masjid

Masjid Ar Rahman Blitar: Pengerjaan Ornamen Tembaga Kuningan
Kubah Gapura Masjid Ar Rahman Blitar

Kubah gapura masjid berfungsi sebagai penanda visual area masuk masjid ar rahman blitar. Desainnya dibuat senada dengan kubah utama agar tercipta kesatuan visual.

Proses pengerjaan memperhatikan kekuatan struktur dan ketahanan material. Kuningan diproses dengan teknik tertentu agar tidak mudah mengalami perubahan warna.

Keberadaan kubah gapura ini membantu mempertegas identitas masjid tanpa harus menggunakan ornamen yang berlebihan.

Baca Juga  Kumpulan Proyek Kerajinan Tembaga Kuningan Masjid Terbaik

Model Kubah Kecil Gapura Masjid

Masjid Ar Rahman Blitar: Pengerjaan Ornamen Tembaga Kuningan
Model Kubah Kecil Gapura Masjid Ar Rahman Blitar

Model kubah kecil pada gapura masjid ar rahman blitar dipilih dengan desain minimalis. Bentuknya sederhana namun tetap mencerminkan karakter arsitektur masjid.

Pengerjaan dilakukan dengan ukuran yang presisi agar mudah dipasang dan selaras dengan struktur gapura.

Dengan pendekatan ini, kubah kecil mampu memberikan aksen visual yang rapi dan tertata.

Gapura Masjid Kuningan

Masjid Ar Rahman Blitar: Pengerjaan Ornamen Tembaga Kuningan
Gapura Masjid Kuningan Masjid Ar Rahman Blitar

Gapura masjid dengan elemen kuningan menjadi bagian akhir dari ruang lingkup pekerjaan. Gapura ini berfungsi sebagai wajah awal masjid ar rahman blitar yang dilihat oleh jamaah dan pengunjung.

Desain gapura dibuat proporsional dan tidak berlebihan. Ornamen kuningan ditempatkan sebagai aksen, bukan elemen utama.

Hasilnya, gapura mampu menyambut jamaah dengan kesan rapi, hangat, dan tetap menghormati fungsi masjid.

Proses Pengerjaan Proyek Masjid Ar Rahman Blitar

Proses pengerjaan proyek kerajinan tembaga kuningan di masjid ar rahman blitar diawali dengan tahapan perencanaan yang matang dan terstruktur. Pada tahap awal ini, tim melakukan komunikasi intensif dengan pengurus masjid untuk memahami kebutuhan ruang, fungsi tiap elemen, serta karakter visual yang ingin dihadirkan. Pendekatan ini penting agar seluruh ornamen yang dirancang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga selaras dengan fungsi utama masjid ar rahman blitar sebagai tempat ibadah. Diskusi meliputi penentuan jenis ornamen, ukuran, lokasi pemasangan, hingga penyesuaian dengan arsitektur bangunan yang sudah ada. Semua keputusan diambil dengan prinsip kehati-hatian, tanpa klaim berlebihan, serta tetap menghormati nilai-nilai religius yang melekat pada masjid.

Setelah tahap perencanaan disepakati, proses dilanjutkan dengan pembuatan desain teknis dan visual. Desain ini menjadi acuan utama dalam pengerjaan setiap elemen kerajinan tembaga kuningan untuk masjid ar rahman blitar. Pada tahap ini, detail seperti motif, proporsi, ketebalan material, dan sistem pemasangan diperhitungkan secara cermat. Tujuannya agar hasil akhir tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga aman dan fungsional. Desain yang telah disetujui kemudian diterjemahkan ke dalam gambar kerja yang lebih detail, sehingga memudahkan proses produksi di workshop. Pendekatan ini membantu meminimalkan kesalahan produksi dan memastikan setiap ornamen benar-benar sesuai dengan kebutuhan masjid ar rahman blitar.

Tahap produksi dilakukan di workshop dengan melibatkan pengrajin yang berpengalaman dalam mengolah tembaga dan kuningan. Proses ini mencakup pemotongan material, pembentukan, pengelasan, hingga pengukiran detail ornamen. Setiap tahapan dikerjakan secara bertahap dan diawasi dengan ketat untuk menjaga kualitas hasil. Pada proyek masjid ar rahman blitar, perhatian khusus diberikan pada kerapian detail dan konsistensi bentuk, mengingat ornamen akan menjadi bagian permanen dari interior dan eksterior masjid. Selain itu, proses finishing juga menjadi fokus penting, karena berpengaruh langsung pada tampilan akhir dan daya tahan material terhadap lingkungan sekitar masjid.

Setelah seluruh elemen selesai diproduksi, tahap akhir adalah proses pemasangan di lokasi masjid ar rahman blitar. Pemasangan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi untuk memastikan setiap ornamen terpasang dengan aman, presisi, dan tidak mengganggu aktivitas ibadah. Tim pemasangan memperhatikan aspek teknis seperti kekuatan struktur, keseimbangan, dan kemudahan perawatan di masa mendatang. Seluruh proses ini dilakukan dengan sikap profesional dan penuh kehati-hatian, sehingga hasil akhir benar-benar mendukung suasana masjid yang nyaman dan khusyuk. Dengan alur kerja seperti ini, proses pengerjaan di masjid ar rahman blitar dapat berjalan efektif, terkontrol, dan menghasilkan karya yang fungsional sekaligus bernilai estetika.

Material dan Teknik yang Digunakan di Masjid Ar Rahman Blitar

Pemilihan material pada proyek kerajinan tembaga kuningan di masjid blitar Ar Rahman dilakukan dengan pertimbangan matang, tidak hanya dari sisi visual, tetapi juga fungsi jangka panjang. Material utama yang digunakan meliputi tembaga, kuningan, serta kayu jati TPK untuk elemen tertentu seperti pintu dan mimbar. Tembaga dan kuningan dipilih karena karakter alaminya yang kuat, mudah dibentuk, dan memiliki nilai estetika yang tenang serta tidak mencolok. Warna alami logam ini mampu menyatu dengan suasana ruang ibadah, sehingga mendukung kekhusyukan jamaah di masjid blitar Ar Rahman. Sementara itu, kayu jati TPK digunakan karena stabil secara struktur, memiliki serat yang rapi, dan sudah lama dikenal cocok untuk kebutuhan interior masjid.

Dari sisi teknik, pengerjaan kerajinan tembaga kuningan untuk masjid blitar Ar Rahman mengombinasikan metode tradisional dan pendekatan teknis modern. Teknik tempa manual masih digunakan untuk membentuk detail ornamen, khususnya pada kaligrafi dan elemen dekoratif yang membutuhkan sentuhan tangan pengrajin. Proses ini memungkinkan hasil yang lebih hidup dan tidak kaku. Di sisi lain, penggunaan alat bantu modern diterapkan untuk memastikan presisi ukuran, ketebalan material, serta konsistensi bentuk. Kombinasi teknik ini membantu menghasilkan produk yang rapi, proporsional, dan sesuai dengan standar keamanan bangunan masjid.

Baca Juga  Kumpulan Proyek Kerajinan Tembaga Kuningan Masjid Terbaik

Teknik finishing juga menjadi bagian penting dalam proyek di masjid blitar Ar Rahman. Setiap permukaan tembaga dan kuningan melalui proses pembersihan, penghalusan, dan pelapisan pelindung agar tahan terhadap perubahan suhu, kelembapan, serta paparan udara. Finishing tidak dimaksudkan untuk mengubah warna alami logam secara drastis, melainkan menjaga tampilannya tetap bersih dan enak dipandang dalam jangka panjang. Dengan teknik finishing yang tepat, ornamen logam di masjid blitar Ar Rahman dapat dirawat dengan mudah tanpa memerlukan perawatan yang rumit atau mahal.

Seluruh material dan teknik yang digunakan pada proyek ini dipilih dengan prinsip kesesuaian fungsi dan keberlanjutan. Tidak ada material yang digunakan hanya untuk kepentingan visual semata. Setiap elemen dirancang agar mampu mendukung aktivitas ibadah, aman digunakan, dan tetap relevan dengan karakter arsitektur masjid blitar Ar Rahman. Pendekatan ini memastikan bahwa hasil akhir bukan sekadar indah saat pertama kali dipasang, tetapi juga tetap layak dan bernilai dalam jangka waktu panjang. Dengan material yang tepat dan teknik pengerjaan yang terukur, kerajinan tembaga kuningan di masjid blitar Ar Rahman dapat menjadi bagian integral dari bangunan masjid tanpa mengurangi kesakralan fungsinya.

Hasil Akhir dan Nilai Estetika

Hasil akhir dari proyek kerajinan tembaga kuningan ini memberikan perubahan visual yang terasa jelas pada masjid ar rahman blitar, tanpa menggeser fungsi utamanya sebagai tempat ibadah yang tenang dan tertib. Seluruh ornamen yang terpasang, baik pada area interior maupun eksterior, dirancang agar menyatu dengan struktur bangunan masjid secara alami. Tidak ada elemen yang terasa menonjol sendiri atau memecah fokus ruang. Justru sebaliknya, kehadiran ornamen tembaga dan kuningan membantu memperkuat karakter visual masjid ar rahman blitar secara menyeluruh. Pendekatan ini membuat masjid tampil lebih rapi, berwibawa, dan nyaman dipandang, tanpa kesan berlebihan atau dekoratif semata.

Dari sudut pandang estetika ruang, penggunaan material tembaga dan kuningan memberikan nuansa hangat yang konsisten di dalam masjid ar rahman blitar. Pantulan cahaya dari lampu gantung berpadu dengan warna alami logam, menciptakan efek visual yang lembut dan tidak menyilaukan. Efek ini sangat mendukung suasana ibadah, karena ruang terasa lebih hidup namun tetap menenangkan. Nilai estetika yang muncul bukan hanya dari bentuk ornamen, tetapi juga dari cara elemen-elemen tersebut berinteraksi dengan pencahayaan dan tata ruang masjid. Dengan demikian, jamaah di masjid ar rahman blitar dapat merasakan kenyamanan visual yang membantu menjaga fokus dan kekhusyukan selama beribadah.

Kesatuan desain menjadi salah satu poin penting dalam hasil akhir proyek ini. Lampu gantung, pintu, mimbar, kaligrafi, hingga elemen kubah kecil dirancang dengan bahasa visual yang selaras. Konsistensi ini membuat masjid ar rahman blitar memiliki identitas estetika yang jelas dan mudah dikenali. Setiap elemen ditempatkan sesuai dengan fungsi ruangnya, baik sebagai penunjang aktivitas ibadah maupun sebagai aksen visual yang memperkaya tampilan masjid. Tidak ada ornamen yang dipasang tanpa pertimbangan konteks, sehingga keseluruhan ruang terasa menyatu dan tidak terkesan tambal sulam.

Secara keseluruhan, nilai estetika yang dihadirkan pada masjid ar rahman blitar merupakan hasil dari proses perencanaan dan pengerjaan yang terukur. Keindahan muncul sebagai dampak dari pemilihan material yang tepat, teknik pengerjaan yang rapi, serta penempatan ornamen yang proporsional. Ornamen tembaga kuningan tidak hanya mempercantik tampilan masjid, tetapi juga memberikan kesan kokoh, tertata, dan berumur panjang. Dengan hasil akhir seperti ini, masjid ar rahman blitar tidak hanya mengalami peningkatan dari sisi visual, tetapi juga menawarkan kualitas ruang yang lebih nyaman dan bernilai bagi jamaah serta masyarakat sekitar.

Penutup

Proyek kerajinan tembaga kuningan di masjid ar rahman blitar menunjukkan bahwa pengembangan masjid dapat dilakukan dengan pendekatan yang terukur dan penuh pertimbangan.

Fokus pada fungsi, estetika, dan proses pengerjaan menjadi kunci keberhasilan proyek ini.

Bagi pengurus masjid atau pihak lain yang tertarik, informasi proyek serupa dapat dilihat di halaman proyek, produk, serta detail proyek Masjid Ar Rahman Blitar dan kategori interior masjid.

Pusat Kerajinan Tembaga Kuningan | Media Logam

Media Logam merupakan pengrajin tembaga kuningan yang berpengalaman dalam menangani proyek interior dan eksterior masjid. Pendekatan kerja yang rapi dan terukur membantu memastikan setiap produk sesuai dengan kebutuhan dan karakter bangunan.

Layanan yang ditawarkan mencakup perencanaan desain, produksi, hingga pemasangan. Dengan workshop di Jawa Tengah, Media Logam melayani berbagai kebutuhan kerajinan tembaga kuningan untuk masjid dan bangunan lainnya.

Galeri seni di Jawa Tengah
Alamat: Tumang Tempel, RT.04/RW.13, Dusun II, Cepogo, Kec. Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57362
Kontak Kami | Instagram | Facebook | WhatsApp

WhatsApp