Proses Cor Kuningan untuk Kaligrafi Bismillah: Tahapan Cetak Pasir Tradisional

Proses Cor Kuningan untuk Kaligrafi Bismillah: Tahapan Cetak Pasir Tradisional

Dalam dunia kerajinan logam, pembuatan kaligrafi Bismillah dari kuningan menghadirkan tantangan teknis yang tidak dapat diabaikan. Presisi huruf yang kompleks, penyusutan logam, dan integritas estetika akhir menuntut kontrol penuh pada setiap tahapan proses cor kuningan. Kesalahan sekecil apapun, seperti ketidakrataan pasir atau penuangan yang tergesa, dapat menghasilkan cacat yang sulit diperbaiki tanpa merusak keindahan kaligrafi.

Pembuatan Model Master (Pattern)

Sebelum proses cetak dimulai, tahap pertama adalah pembuatan model fisik Bismillah yang akan menjadi acuan utama seluruh proses cor kuningan. Model ini menentukan detail akhir huruf dan memastikan setiap lekukan tersalurkan dengan presisi tinggi.

Berdasarkan pengalaman kami di workshop, material ideal untuk model biasanya kayu mahoni yang diukir tangan, meski plastik hasil 3D printing juga kerap digunakan untuk reproduksi yang lebih cepat. Model dibuat dengan skala sekitar 102% untuk mengantisipasi shrinkage allowance kuningan yang menyusut 1,5%–2% saat mendingin, sehingga ukuran akhir tetap akurat.

Dinding model juga diberi draft angle minimal 2°–3° agar mudah dilepas dari pasir tanpa merusak cetakan. Detail kecil ini sering luput diperhatikan oleh pengrajin pemula, padahal berpengaruh besar pada integritas cetakan dan keindahan akhir kaligrafi.

Preparasi Media Cetak (Sand Molding)

Pasir yang digunakan dalam proses cor kuningan untuk kaligrafi Bismillah bukanlah pasir konstruksi biasa. Kami menggunakan campuran pasir silika dengan bentonit sebagai pengikat, ditambah sedikit air untuk mencapai kelembaban ideal yang membuat cetakan stabil namun tetap mudah dilepas.

Untuk kaligrafi dengan detail sangat halus, kami sering menerapkan teknik modern CO2. Di sini, pasir silika dicampur dengan pengikat sodium silikat dan dikeraskan menggunakan gas CO2, sehingga cetakan menjadi kuat dan tidak mudah rontok, bahkan pada lekukan huruf yang paling rumit sekalipun.

Baca Juga  Ragam Produk Kaligrafi Logam Jakarta dari Media Logam Boyolali

Seluruh cetakan kemudian ditempatkan di dalam flask yang terdiri dari cope (bagian atas) dan drag (bagian bawah), dengan posisi kaligrafi tepat di tengah. Penempatan ini memastikan aliran logam cair merata dan menghindari rongga atau ketebalan tidak konsisten pada hasil akhir.

Sistem Saluran Masuk (Gating System)

Distribusi logam cair merupakan salah satu tahap paling krusial dalam proses cor kuningan untuk kaligrafi Bismillah. Bentang horizontal kaligrafi membuat aliran logam harus dikontrol dengan cermat agar semua bagian huruf terisi sempurna.

Sprue berfungsi sebagai saluran utama tempat kuningan cair masuk ke cetakan. Tanpa pengaturan sprue yang tepat, logam dapat mengalir tidak merata, menyebabkan bagian huruf tertentu lebih tipis atau bahkan kosong.

Untuk memastikan semua lekukan huruf terisi, kami menggunakan runners dan multiple ingates. Sistem ini memungkinkan logam cair mencapai setiap detail secara serentak, mengurangi risiko pembentukan cold shut atau garis sambungan dingin yang rapuh.

Selain itu, risers ditambahkan sebagai cadangan logam. Fungsi riser adalah mengisi ruang kosong yang muncul akibat penyusutan internal logam saat mendingin, sehingga menghindari rongga yang dapat merusak estetika dan integritas kaligrafi.

Proses Peleburan dan Penuangan (Pouring)

Kuningan (Cu-Zn) dilebur pada suhu 900°C–1000°C, tetapi berdasarkan pengalaman kami di workshop, penuangan ideal dilakukan pada 1050°C untuk menjaga fluiditas logam optimal. Suhu ini memastikan kuningan mengalir dengan lancar ke seluruh lekukan kaligrafi tanpa kehilangan detail halus.

Sebelum penuangan, fluks diberikan untuk degassing, menghilangkan gas hidrogen yang bisa menyebabkan porositas pada hasil cor. Penuangan dilakukan secara kontinu tanpa putus, karena berhenti sesaat saja dapat menimbulkan cold shut, yakni garis sambungan dingin yang rapuh dan merusak integritas kaligrafi.

Baca Juga  Jual Kaligrafi Kuningan untuk Masjid dan Mushola Lebih Khusyuk

Tahap Akhir (Fettling & Finishing)

Setelah 2–4 jam pendinginan, cetakan dibongkar. Shakeout menghancurkan pasir, kemudian saluran sisa dipotong dengan gerinda potong. Sandblasting membersihkan residu pasir, sementara chasing mengukir ulang detail yang mungkin tertutup sisa cor. Teknik finishing termasuk annealing, embossing halus, dan coating patina atau oksidasi untuk memperkuat estetika serta ketahanan kuningan. Gauge ketebalan diperiksa di setiap titik untuk memastikan konsistensi seluruh huruf.

Konsultasi Bersama Pakar Profesional Kerajinan Tembaga & Kuningan

Pentingnya tangan ahli dalam menangani interior mewah tidak dapat digantikan. Dari desain hingga instalasi, pengalaman kami menjamin detail presisi pada setiap kaligrafi. Memilih pengrajin tanpa pengalaman dapat berisiko merusak investasi artistik Anda.

  • Konsultasi teknis gratis
  • Estimasi anggaran transparan
  • Solusi material kualitas ekspor

📞 WhatsApp (Respon Cepat): +6281329922338
📧 Email Resmi: medialogam@gmail.com
🌐 Portofolio Proyek: Proyek Kami

Investasi artistik ini dirancang untuk bertahan seumur hidup dan menambah nilai estetika ruang.

WhatsApp